- Advertisement -Newspaper WordPress Theme
7 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap, Lengkap dengan Penyebab, dan Cara untuk Menstimulasinya

7 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap, Lengkap dengan Penyebab, dan Cara untuk Menstimulasinya



PARBOABOA – Pernahkah Bunda melihat si kecil mengangkat kepala atau berusaha membalikkan badannya? Hal ini adalah ciri-ciri bayi mau tengkurap.

Tengkurap adalah sebuah pencapaian milestone bayi yang cukup penting. Posisi tengkurap dapat membantu menguatkan otot leher dan bahu pada bayi, serta dapat meningkatkan keterampilan motoriknya.

Selain itu, tengkurap menjadi salah satu keterampilan awal pada bayi sebelum ia menguasai keterampilan motorik kasar lainnya, seperti duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan.

Dilansir dari laman resmi American Academy of Pediatrics (AAP), sebenarnya bayi sudah bisa ditengkurapkan sejak ia lahir, namun masih perlu bantuan dari orang tua.

Sebelum bayi bisa tengkurap sendiri, pastinya bayi melewati beberapa tahapan seiring usianya bertambah. 

Lantas, kapan bayi bisa tengkurap sendiri? Bayi akan memperlihatkan beberapa tanda atau gerak-gerak khusus untuk menunjukkan ia siap belajar tengkurap. Yuk, Bunda kenali ciri-ciri bayi mau tengkurap.

Umur Berapa Bayi bisa Tengkurap?

Ilustrasi bayi tengkurap (Foto: Freepik)

Sebelum bayi bisa tengkurap sendiri, terlebih dahulu bayi harus bisa mengangkat kepalanya saat diposisikan tengkurap oleh ibunya.

Umumnya bayi yang sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri 45° pada bayi usia 1-3 bulan. Saat bayi tengkurap 1 bulan, ia hanya akan mengangkat kepalanya sebentar saja.

Kemudian saat bayi tengkurap usia 2 bulan barulah ia akan benar-benar bisa mengangkat kepalanya hingga 90 derajat.

Saat otot leher dan bahunya sudah cukup kuat untuk menopang kepalanya, maka bayi akan lebih mudah untuk melakukan keterampilan motorik kasar lain seperti berguling. Bahkan, kala tertidur ia akan tengkurap. Ketika bayi tengkurap saat tidur bisa membuat ia lebih tenang dan tidak mudah terbangun.

Ciri-ciri Bayi Mau Tengkurap

Ilustrasi bayi tengkurap (Foto: Freepik)

Bayi tengkurap dikenal dengan istilah tummy time. Hal ini merupakan salah satu perkembangan bayi yang sangat penting. 

Saat si kecil menunjukkan tanda-tanda tengkurap, itu artinya ia sedang belajar menguatkan otot-otot di lengan dan kakinya. Selain itu, bayi juga sedang melatih keterampilan motoriknya yang lebih baik. 

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini ciri ciri bayi mau tengkurap yang dapat Bunda perhatikan.

1. Menghadapkan Kepalanya ke Samping

Ciri bayi mau tengkurap yang pertama muncul pada usia sekitar 0-2 bulan. Di usia tersebut, ia dapat berbaring tengkurap dengan nyaman dan kepala menghadap ke samping. Pipinya yang tembam akan menjadi bantalan yang sempurna saat dia berbaring di tempat tidur.

Di sini Bunda bisa mencoba menstimulasi bayi untuk menggerakkan kepalanya ke samping kiri atau kanan, baik dengan berbicara kepadanya atau membuat suara dengan mainannya.

2. Mengangkat Kepala

Masih di usia yang sama, ciri-ciri bayi mau tengkurap lainnya dapat Bunda perhatikan ketika si kecil sudah berani mengangkat kepalanya secara singkat. Pada masa ini, si kecil sudah mulai bisa melihat hal-hal di sekitarnya.

Bunda bisa merangsang rasa ingin tahunya untuk mengangkat kepala dengan cara membunyikan mainan atau memperlihatkan warna-warna yang cerah. Saat usianya menuju 3 bulan, ototnya menjadi lebih kuat dan ia bisa mengangkat kepala lebih dari satu detik. Nah, pada tahap ini bayi dapat mengangkat kepalanya ke sudut 45 derajat dan menghabiskan beberapa detik menikmati pemandangan di sekitarnya.

3. Melakukan Peregangan Kaki

Ketika kepala bayi sudah siap, maka kakinya juga akan menunjukkan ciri-ciri bayi mau tengkurap. Hal ini ditandai dengan usahanya dalam meregangkan kaki dan mulai bergerak. Meregangkan kaki merupakan salah satu ciri bayi mau tengkurap.

Setelah bayi mampu meregangkan kaki, ia akan mencoba menggoyangkan jari-jari kakinya saat bermain atau berinteraksi dengan orang lain. Hal ini merupakan tahapan alami yang terjadi pada bayi saat ia menjadi lebih berani untuk meraih mainan, makanan ringan, atau benda menarik lainnya.

4. Memutar Kepala dari Sisi ke Sisi

Saat bayi mampu memutar kepala dari sisi ke sisi itu adalah sebuah proses di mana si kecil menunjukkan ciri-ciri bayi mau tengkurap. Ia akan memutar kepalanya ke kiri, kanan, dan kiri lagi. Bunda bisa gunakan mainan yang berbeda seperti jingle atau mainan kerincingan dan buatlah suara khusus untuk membantunya berlatih memutar kepala dari sisi ke sisi.

5. Mengangkat Dada

Pada usia 2-4 bulan bayi sudah mulai mengangkat dada. Ini merupakan ciri ciri bayi mau tengkurap. Si kecil akan menggunakan tangannya untuk menopang tubuh dan membusungkan dadanya. 

Pada masa ini merupakan waktu di mana si kecil mampu menopang berat badannya sendiri. Setelah usianya menginjak 6 bulan, bayi akan menopang dadanya menggunakan lengan bawah atau telapak tangannya.

6. Berguling

Melansir dari laman Kids Health, sebelum bayi memasuki fase tengkurap biasanya ia akan lebih menunjukkan pergerakan senang berguling ke kanan atau kiri. Ini menandakan bahwa otot tangannya sudah mulai kuat.

7. Tangannya Sudah Bisa Menumpu Badan

Ketika otot tangan bayi sudah lebih kuat, otomatis kemampuan tangannya untuk menahan tubuhnya pun jadi semakin kuat. Meskipun begitu, ia tetap perlu melakukannya dengan bantuan dari orang tuanya.

Jika Bunda sudah melihat ciri bayi mau tengkurap tersebut, Bunda bisa melatih bayi untuk tengkurap. Lakukanlah secara perlahan saat membalikkan badannya. Cobalah tengkurapkan bayi selama 2-5 menit.

Bunda juga bisa mencoba tengkurapkan bayi pada dadamu. Selain untuk semakin menopang tubuhnya, cara ini juga dapat menambah bonding antara Bunda dan si kecil.Si kecil juga akan merasa nyaman berada di pelukan Bunda.

Penyebab Bayi Lambat Tengkurap

Ilustrasi penyebab bayi lambat tengkurap (Foto: Freepik)

Idealnya bayi bisa tengkurap sendiri saat ia menginjak usia 4 bulan, namun ada beberapa bayi 4 bulan yang belum bisa tengkurap sendiri. Tidak perlu cemas dan panik ya Bun. 

Hal yang perlu Bunda ingat, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Jika si kecil masih menunjukkan minat untuk terus bergerak, mau bergerak, dan memperoleh keterampilan-keterampilan baru lainnya, Bunda tak perlu khawatir.

Justru Bunda perlu mewaspadai tanda-tanda keterlambatan perkembangan umum, seperti ini:

  • Bayi tidak mau bergerak sedikit pun.
  • Bayi bergerak mengandalkan salah satu sisi tubuhnya saja.
  • Gerakan tubuhnya simetris atau tidak seimbang, misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi lahir) hingga lebih dari usia 6 bulan.
  • Gerakan bayi tidak terkontrol.
  • Kurangnya stimulasi yang diberikan kepada bayi.

Cara Menstimulasi Agar Bayi Mau Tengkurap

Ilustrasi cara menstimulasi bayi agar mau tengkurap (Foto: Freepik)

Jika si kecil tidak menunjukkan ciri-ciri bayi mau tengkurap, yang harus Bunda lakukan adalah memberikan stimulasi padanya. Bunda harus bijak dalam memilih waktu yang tepat untuk menstimulasinya. Salah satunya saat si kecil terjaga dan tidak terlalu rewel.

Bunda bisa melatih si kecil tengkurap setelah mengganti popok atau ketika mereka bangun dari tidur siang. Jika bayi tidak menunjukkan minat untuk tengkurap atau berguling hingga usia 6 bulan, sebaiknya Bunda konsultasikan ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.

Cara menstimulasi bayi, agar ia menunjukkan ciri bayi mau tengkurap Bunda bisa melakukannya dari satu menit per sesi dan ulangi 2-3 sesi per hari. Jika bayi mulai menangis, segera kembalikan bayi pada posisi semula atau terlentang.

Saat si kecil menunjukkan ciri ciri bayi mau tengkurap, ia akan berusaha melihat ke atas, ke kiri, dan ke kanan untuk melihat hal-hal yang ada disekitarnya. Usaha menggerakkan kepala ini akan membantu memperbaiki bentuk tengkorak kepala menjadi bulat. Selain itu, juga akan menguatkan otot leher, bahu, dan batang tubuh pada bayi. Otot-otot tersebut yang akan menjadi penopangnya saat duduk nanti.

Itulah ciri-ciri bayi mau tengkurap yang perlu Bunda kenali. Jika si kecil sedikit terlambat untuk bisa tengkurap tak perlu risau ya, Bun. Karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, untuk itu terus stimulasi perkembangan si kecil ya, Bun.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Subscribe Today

Exclusive content

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Latest article

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme